skip to main | skip to sidebar

Rahasia Dalam Rahasia

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Wednesday, February 25, 2015

Saat Kita Masih Kecil

Posted by John Doe at 7:42 PM
Sewaktu kita masih kecil.., 
dalam fikiran kita belum tersimpan kecintaan terhadap kehidupan dunia. Akal kita masih suci dari tipu daya, dan nafsu serakah, Yang kita ambil dari dunia ini hanyalah sekedar yang kita butuhkan saat itu saja, ibarat burung yang keluar dari sarang-nya dengan perut kosong, kemudian pulang dengan perut kenyang. 

Saat kita masih kecil kita kecil adalah kita yang tidak mengambil apa-apa dari dunia ini melainkan sesuatu yang kita butuhkan saat itu saja (titik) Yang kita tahu saat kecil itu hanya main-main, makan, tidur, kita menginginkan sesuatu dengan memohon kepada yang punya, bahkan sambil menangis, karena kita tahu pemiliknya. Setiap ada yang menyakiti kita, kita hanya bisa benci atau takut kepada orang itu. akan tetapi hati kita suci tanpa dendam ataupun keinginan untuk membalasnya. Keberadaan kita menjadi hiburan bagi orang lain. 

DALIL ALAM ini adalah bahan dasar ilmu hakekat usul diri, bagi siapa saja yang mau berfikir. 

Saat kita masih kecil... 
Siapakah yang paling kita sayangi saat itu? 
Siapakah yang paling kita takuti saat itu? 
Siapakah yang paling mencintai kita saat itu? 

Jawab-nya adalah Orang Tua kita, mengapa demikian? 

Saat kita masih kecil yang kita tahu saat itu orang tua kita adalah mereka yang memberi kita makan, mereka-lah yang mengasuh kita, mereka-lah yang menjaga dan melindungi kita dari bahaya. 
Akan tetapi....

Setelah kita besar..............., 
Fikiran kita mulai diisi dengan keinginan yang banyak, karena kita mulai mengenal masa depan, kemudian angan-angan panjang membuat fikiran dan akal kita bekerja keras, untuk mempersiapkan bekal hari esok, sehingga kita lupa kenikmatan masa kecil kita. bahkan kita juga lupa dengan hak-hak orang lain, dan kita juga lupa siapa-kah yang telah memberikan semua kenikmatan kepada kita saat ini. 


Awal-nya kita menerima nikmat Dari Allah melalui Orang tua kita, Sungguh mereka-lah yang bertanggung jawab atas semua itu (“halal atau haram yang diberikan”) 

Setelah akal kita berfungsi dan kita mampu mencari apa yang kita inginkan, maka kita-lah yang bertanggung jawab atas rizki dan nikmat yang Allah berikan, ingatlah, bahwa semua akan dipertanyakan, maka berhati-hatilah… 

Saat ini.. Tanyakan lagi didalam diri kita, bahwa siapakah yang memberikan rizki kepada kita? Siapakah yang paling menyayangi kita? Dan siapakah yang telah melindungi kita dan memberikan kita kekuatan? Lalu… kenapa kita tidak mencintai.., Kenapa juga kita tidak bersyukur kepada yang memiliki semua itu.??
Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2015 (10)
    • ►  May (2)
    • ▼  February (8)
      • Saat Kita Masih Kecil
      • Kaum Ya'juj Ma'juj di Akhir zaman
      • Lokasi tembok Ya'juj Ma'juj
      • Penelitian kaum Ya'juj dan Ma'juj
      • Kaum Ya'juj Ma'juj dan Raja Dzulkarnaen
      • Sifat dan kelakuan kaum Ya'juj Ma'juj
      • Ciri-ciri kaum yajuj majuj
      • Misteri Tembok Ya'juj Ma'juj

Followers

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com