Sewaktu kita masih kecil..,
dalam
fikiran kita belum tersimpan kecintaan terhadap kehidupan dunia.
Akal kita masih suci dari tipu daya, dan nafsu serakah,
Yang kita ambil dari dunia ini hanyalah sekedar yang kita butuhkan saat
itu saja, ibarat burung yang keluar dari sarang-nya dengan perut
kosong, kemudian pulang dengan perut kenyang.
Saat
kita masih kecil kita kecil adalah kita yang tidak mengambil apa-apa
dari dunia ini melainkan sesuatu yang kita butuhkan saat itu saja
(titik)
Yang kita tahu saat kecil itu hanya main-main, makan, tidur, kita
menginginkan sesuatu dengan memohon kepada yang punya, bahkan sambil
menangis, karena kita tahu pemiliknya.
Setiap ada yang menyakiti kita, kita hanya bisa benci atau takut kepada
orang itu. akan tetapi hati kita suci tanpa dendam ataupun keinginan
untuk membalasnya.
Keberadaan kita menjadi hiburan bagi orang lain.
DALIL ALAM ini adalah bahan dasar ilmu hakekat usul diri, bagi siapa saja yang mau berfikir.
Saat kita masih kecil...
Siapakah yang paling kita sayangi saat itu?
Siapakah yang paling kita takuti saat itu?
Siapakah yang paling mencintai kita saat itu?
Jawab-nya adalah Orang Tua kita,
mengapa demikian?
Saat
kita masih kecil yang kita tahu saat itu orang tua kita adalah mereka
yang memberi kita makan, mereka-lah yang mengasuh kita, mereka-lah yang
menjaga dan melindungi kita dari bahaya.
Akan tetapi....
Setelah kita besar...............,
Fikiran
kita mulai diisi dengan keinginan yang banyak, karena kita mulai
mengenal masa depan, kemudian angan-angan panjang membuat fikiran dan
akal kita bekerja keras, untuk mempersiapkan bekal hari esok, sehingga
kita lupa kenikmatan masa kecil kita.
bahkan kita juga lupa dengan hak-hak orang lain,
dan kita juga lupa siapa-kah yang telah memberikan semua kenikmatan
kepada kita saat ini.
Awal-nya kita menerima nikmat Dari Allah melalui Orang tua kita,
Sungguh mereka-lah yang bertanggung jawab atas semua itu (“halal atau haram yang diberikan”)
Setelah
akal kita berfungsi dan kita mampu mencari apa yang kita inginkan, maka
kita-lah yang bertanggung jawab atas rizki dan nikmat yang Allah
berikan,
ingatlah, bahwa semua akan dipertanyakan, maka berhati-hatilah…
Saat ini..
Tanyakan lagi didalam diri kita, bahwa siapakah yang memberikan rizki kepada kita?
Siapakah yang paling menyayangi kita?
Dan siapakah yang telah melindungi kita dan memberikan kita kekuatan?
Lalu… kenapa kita tidak mencintai..,
Kenapa juga kita tidak bersyukur kepada yang memiliki semua itu.??





